Program Studi Sains Biomedis Universitas Pattimura memiliki keunggulan pada pendekatan dan pembelajaran yang multidisipliner dan kontekstual, mengintegrasikan ilmu-ilmu dasar biologi, biomedis, dan kesehatan dengan penguatan keterampilan laboratorium serta riset. Prodi ini membekali mahasiswa dengan pemahaman komprehensif tentang anatomi, fisiologi, biologi sel, biologi molekuler, genetika, mikrobiologi, dan bioteknologi kesehatan, sehingga lulusan memiliki daya saing tinggi sebagai peneliti pemula, analis laboratorium, tenaga pendukung riset kesehatan, maupun wirausaha di bidang biomedis/kesehatan.
Selamat datang di Program Studi Sains Biomedis Universitas Pattimura. Program studi Sains Biomedis berkomitmen menjadi pusat pengembangan pendidikan dan riset sains biomedis yang unggul, inovatif, dan berdaya saing, dengan menjunjung tinggi nilai akademik, etika, serta kearifan lokal wilayah kepulauan. Melalui kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembelajaran berbasis laboratorium dan riset, serta dukungan sumber daya manusia yang kompeten, kami berupaya menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan mampu berkontribusi nyata dalam bidang kesehatan, penelitian, dan industri biomedis.
Website ini kami hadirkan sebagai sarana informasi, komunikasi, dan publikasi berbagai aktivitas akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Program Studi Sains Biomedis. Kami berharap website ini dapat menjadi media yang bermanfaat serta memperkuat jejaring kolaborasi dengan sivitas akademika, alumni, mitra, dan masyarakat luas.
...
Program Studi Sains Biomedis Fakultas Sains & Teknologi Universitas Pattimura mempelajari ilmu-ilmu dasar dan terapan yang menjadi landasan pemahaman kesehatan dan penyakit pada manusia. Mahasiswa dibekali pengetahuan tentang biologi sel dan molekuler, anatomi dan fisiologi, biokimia, genetika, mikrobiologi, imunologi, serta patofisiologi, yang dipadukan dengan keterampilan laboratorium dan penelitian biomedis. Pembelajaran diarahkan pada penguasaan teknik analisis biomedis, pemecahan masalah kesehatan berbasis sains, serta pengembangan riset dan inovasi biomedis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.
Program Studi Sains Biomedis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura saat ini belum menerapkan pembagian konsentrasi atau peminatan secara khusus. Kurikulum dirancang secara terpadu untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi inti sains biomedis yang mencakup aspek keilmuan, keterampilan laboratorium, dan riset. Meskipun tidak memiliki konsentrasi formal, mahasiswa memperoleh penguatan kompetensi melalui mata kuliah pilihan, praktikum, kegiatan penelitian, serta tugas akhir yang dapat diarahkan sesuai minat, seperti biologi molekuler, mikrobiologi dan imunologi, biokimia, bioteknologi, maupun kajian biomedis yang relevan dengan permasalahan kesehatan dan karakteristik wilayah kepulauan. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk mengembangkan keahlian sesuai kebutuhan akademik dan dunia kerja.
Iya — meskipun tidak disebut sebagai magang tetapi dalam kurikulum prodi memiliki mata kuliah PKL (Praktek Kerja Lapangan), mahasiswa Sains Biomedis bisa mengikuti program PKL pada Instansi Kesehatan melalui kerja sama kampus dengan pihak Instansi untuk mendapatkan pengalaman kerja praktis yang relevan dengan ilmu biomedis.
Program Studi Sains Biomedis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura menyediakan kesempatan pertukaran mahasiswa melalui kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) yang difasilitasi oleh universitas. Melalui program ini, mahasiswa dapat mengikuti kegiatan pertukaran mahasiswa di perguruan tinggi mitra, baik di dalam maupun di luar negeri, dengan pengakuan kredit akademik, sehingga memperluas wawasan keilmuan, pengalaman akademik, dan jejaring pendidikan lintas institusi.
Program Studi Sains Biomedis di Universitas Pattimura memberikan peluang bagi mahasiswa untuk ikut berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi mahasiswa yang ada di lingkungan kampus, seperti organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas dan universitas (misalnya BEM, DPMF, dan Unit Kegiatan Mahasiswa), serta organisasi khusus seperti Ikatan Keluarga Mahasiswa Bidikmisi dan KIP Kuliah (IKBIM UNPATTI) yang aktif dalam kegiatan sosial, kepemimpinan, dan pengembangan diri. Mahasiswa juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan minat dan bakat, seminar, pelatihan kepemimpinan, lomba/kompetisi, kegiatan olahraga, serta program kemahasiswaan lain yang diselenggarakan oleh fakultas atau universitas untuk memperluas pengalaman akademik dan non-akademik.
Prospek pekerjaan di bidang biomedis sangat luas dan terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan sektor kesehatan. Lulusan biomedis memiliki peluang berkarier sebagai asisten peneliti, analis atau teknisi laboratorium, tenaga pendukung riset kesehatan, quality control di industri farmasi dan bioteknologi, serta staf di lembaga kesehatan, rumah sakit, dan institusi pemerintah maupun swasta. Selain itu, lulusan juga memiliki peluang melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau mengembangkan karier di bidang kewirausahaan berbasis riset dan inovasi biomedis.
Masa tunggu lulusan Program Studi Sains Biomedis untuk memasuki pasar kerja relatif singkat, umumnya berkisar antara 3–6 bulan setelah kelulusan. Hal ini didukung oleh kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang laboratorium, penelitian, dan layanan kesehatan, serta adanya pengalaman praktikum, penelitian, dan program pendukung seperti magang atau kegiatan MBKM yang membantu meningkatkan kesiapan lulusan dalam memasuki dunia kerja.
Program Studi Sains Biomedis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura berupaya untuk meluluskan mahasiswa dalam kurung waktu antara 3,6 tahun sampai 4 dan tergantung pada kecepatan penyelesaian studi, penelitian dan penyusunan skripsi mahasiswa.
Program Studi Sains Biomedis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura menggunakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) serta selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM). Kurikulum ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional melalui pembelajaran teoritis, praktikum laboratorium, penelitian, serta kegiatan pembelajaran di luar program studi yang relevan dengan bidang biomedis dan kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam konteks wilayah kepulauan.







